Tuesday, 29 April 2014

Berkendara menuju Harapan

Hari ini hari yang bercampur aduk dalam hidupku. Senangkah? Atau sedihkah? Atau bahkan hampakah? 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada yang tahu setelah aku berdoa pagi ini dengan mengucap syukur pada Tuhan Sang Pemberi Nafas Baru-ku hari ini.
Setelah “Amin” terucap dari mulutku, 
------------------------------------------------------------------------------------------------------

akupun segera berdiri tegak – membuka mata – tak lupa menguap sebentar karena rasa kantukku masih ada – kemudian bergerak meninggalkan tempat tidurku. 

Hidupku kumulai saat ini.

Sunday, 15 September 2013

Bangkit, trus jadi apa?

Saat ini aku sedang diperhadapkan dengan situasi yang sangat tidak mengenakkan. Pasalnya, melihat sesuatu hal yang tidak sesuai dengan pikiran dan hati itu memang sangat sangat membuat hati terasa teriris sembilu. Mungkin memang perasaanku saja, tapi lama kelamaan memang membosankan.

Aku mengalami pembinaan pertama sekali di J town ini di tempat ini. Semua bekal dan upaya sudah banyak kulakukan. Memang sih, kalau dituduh aku menginginkan sesuatu yang lebih karena perbuatanku, itu bisa saja. Yah, memang dasar ego yang tinggi, aku juga (mungkin) menuliskan hal ini.

Banyak yang kulihat semakin menjauh dari jalan yang kupahami "benar" selama ini. Mulai dari pembelokan kekuasaan sampai pada pemotongan sesuatu hal yang sakral. Apakah tidak ada lagi kata " sakral" itu disini?
Sampai saat aku menuliskan tulisan ini pun, aku melihat bagaimana kesakralan itu sudah tidak dihargai lagi. Lihat ke depan...Apakah dia sudah mendapat " tohonan" itu?

Sudahlah....mungkin hanya ego saya saja melihat itu sakral, tapi buat pemimpin yang sebenarnya dia yang membuat dia memimpin, itu hal biasa.
Baiklah...apakah sudah cukup untuk membangkitkan sesuatu? Aktifitas dan karya Nya memang nyata saat Dia bangkit. Tapi apakah hanya bangkit saja? Lalu kemana???

Selamat hari minggu,

d'Niel

Sunday, 31 March 2013

Ditantang

Tantangan adalah sesuatu yang aksi yang menimbulkan 2 kemungkinan reaksi dari si penerima aksi tersebut. Jika dia reaksinya positif, orang tersebut akan semakin bertumbuh dan berkembang menjadi seorang yang tangguh dan siap menghadapi. Tantangan tersebut membuat dia semakin diasah sehingga hasilnya adalah sebuah keindahan. Bayangakn proses pembuatan sebuah cangkir dari tanah liat. Dari awal ditempa, dibakar dan diremukkan, tapi akhirnya sebuah cangkir yang indah. Sebuah reaksi positif yang kita keluarkan dari menghadapi sebuah tantangan akan mengasilkan buah.

Tapi bagaimana jika reaksinya negatif? Saat terima tantangan, kita jadi takut, putus asa, hilang fokus bahkan terikut dengan tantangan itu. Bersatu dalam sebuah tantangan menjadi hancur? Ingat bagaimana respon atau reaksi kita menentukan kita akan ke depannya seperti apa. Akan berakhir indah atau sebaliknya hancur.

Sunday, 28 October 2012

Pemimpin yang membebaskan

Siapa yang tidak merindukan seorang pemimpin yang menjadi teladan? Siapa yang tidak ingin dipimpin oleh seorang yang bisa mengayomi dan mempersatukan semua anggotanya? Siapa yang tidak ingin merasakan kegembiraan bersama dengan para pemimpunnya?

Semua ingin bersama dan bergaul akrab dengan pemimpinnya. Menjadi bagian yang utuh antara pemimpin dan anak buah. Sinergi dalam satu perasaan. Bahagia bersama dan sedih bersama.

Tapi, siapakah pemimpin yang seperti itu? Apakah sangat sulit untuk mencarinya? Apakah mustahil untuk menemukannya?

Susah, tapi mungkin....Pasti ada...Sejarah mengatakn pemimpin seperti itu ada. Ingat presiden Chili yang ikut "berjuang" untuk menyelamatkan pekerja tambangnya? Atau sejarah lain yang menunjukkan kisah pemimpin yang membebaskan? Bukan bebas secara fisik saja, tapi juga bebas secara hati dan jiwa. Saat pemimpin ada bersama pengikutnya, entah itu kejadian suka maupun duka, saat itulah dia sudah membebaskan pengikutnya...

CAKUNG, 28 Oktober 2012
Selamat sumpah pemuda

Friday, 28 September 2012

Menepuk air di dulang

                Di masa kecil saya, saya senang sekali bermain di sungai. Saya suka dengan keindahan alam yang ada di sekitarnya dan kesenangan bermain dengan air. Walaupun saya selalu dilarang untuk bermain di sungai, saya selalu mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk bermain ke sungai bersama dengan teman-teman saya. Entah itu sepulang sekolah sebelum sampai di rumah ataupun sore hari diam-diam keluar dari rumah untuk menyempatkan diri ke sana. Kadang sepulang berenang dari sungai, saya dan teman-teman harus menunggu lama untuk mengeringkan rambut yang basah karena berenang. Takut ketahuan…
                Satu hal yang saya paling gemari adalah berperang air. Caranya adalah dengan menepuk air dengan sudut kemiringan tertentu ke arah lawan kita. Ini sangat mengasyikkan karena memang kita dikondisikan untuk bertempur dan mencari kemenangan. Jika air yang ditepuk terkena dengan badan, itu sungguh menyakitkan. Apalagi terkena wajah, bahkan mata. Itu sungguh sangat menyakitkan.
                Tapi pernahkah anda menepuknya dari atas ke bawah? Tidak menepuk menyamping, tapi tegak lurus dengan permukaan air. Apa hasilnya?
Wajah anda akan terkena cipratan air itu. Bagaimana dampaknya?
Hal ini yang saya pelajari dari sebuah peribahasa “menepuk air di dulang”. Bagaimana tindakan kita akan dikenakan atau berdampak ke kita sendiri. Menanggung derita akibat kelakuan diri sendiri.
Kadang kita tidak menyadari akan apa yang kita lakukan. Selama itu menjadi kesenangan, pasti akan terus dilakukan. Tanpa melihat itu berdampak buat orang lain. Entah itu dampak positif atau dampak negatif. Mungkin ini makna tersirat lain dari peribahasa itu. Kontrol diri sendiri. Evaluasi itu ternyata penting. Terutama saat-saat sedang dalam performa prima. Seakan semuanya tampak lancar dan menyenangkan. Tapi di baliknya ada dampak yang kurang baik bagi orang lain, kita harus mendeteksinya dari dini.
Menepuk di air dulang hampir mirip rasanya dengan menjilat ludah sendiri. Tapi ini buntut nantinya jika memang tindakan kita berdampak negatif bagi orang lain. Jangan sampai menepuk air di dulang, tapi basuhlah muka dengan air di dulang.

Jakarta, 280920012

count your blessing