Showing posts with label sentimental. Show all posts
Showing posts with label sentimental. Show all posts

Monday, 30 November 2009

cinta (tak bersyarat tanpa berharap) hanya duduk manis mendengar .....Menentukan CInta (bag4)

Dia melihatku sangat tajam hari ini. Dengan diam, tenang dia memperhatikanku sangat mendetail. Sampai hati ini seakan ikut dperhatikan olehnya secara mendalam. Dingin pandangan itu dan erat menggenggam.

Perlahan dia mulai bergerak, tapi tak banyak. Hanya satu langkah. Diam kembali memperhatikanku. Kali ini lebih mendetail. Bagaikan menggunakan alat ukur, dia mulai seperti mengukur dan menghitung diriku. Aku tak mengerti apa artinya. Tapi, tetap saja dia melakukannya. Tanpa peduli dia tetap memperhatikanku. Mungkin lebih tepatnya kali ini mengamatiku.

Hah? Dia tidak berhenti sampai disana. Haaaaaaaaaaaa.......
Berhenti....hentikan itu....Aku tidak suka...
Akhhhhhhhhh......aku tak mengerti untuk apa itu.............
Hentikan sekarang juga............................................

Diamlah disana....Aku sedang melakukan sesuatu untukmu...Tenang saja. Aku tidak akan melukaimu
Percaya saja...Apa yang sedang kau pikirkan tentang apa yang kau lakukan.Apakah akan menuju sebuah kenestapaan untukmu? Atau kau saja yang mengharapkan sesuatu.
Duduklah diam disana. Dengarkan aku.... Dan lihat bagaimana cinta itu melakukan hal yang lebih besar dari apa yang kau harapkan...

Thursday, 22 October 2009

Menentukan cinta (bagian 2)

“Cinta yang ditentukan adalah cinta yang tidak pernah buta”. Penggalan ini sebagai jembatan antara cinta yang memang mencari. Dia tidak akan pernah berhenti sampai dia bertemu dengan sesuatu yang menyempurnakan dia. Salah satu penyempurnanya adalah bagian hitam dari sebuah cinta.
“Akh….aku benci dia hari ini. Kenapa dia tak pernah memperhatikanku. Bahkan untuk menghubungikupun tidak. Ah…………..”. Bagian dari “hitam”nya cinta jangan pernah kau lupakan. Sebenarnya bukan hitam, tapi lembaran itu, sulit untuk kucarikan sebuah kata yang memang tepat mewakilinya. Bagian ini tetap ada, walau sebagaimana hebatnya dirimu untuk merasakan indahnya sebuah penentuan cinta itu.
Sakit hati, cemburu, merasa tidak dihargai mungkin ini hanya sebagian kecil dari bagaiman cinta itu terekspresi dengan atau tanpa sadar. Sesuatu yang kontradiksi, tapi seolah-olah dia menyempurnakan. Tapi apa memang itu sebuah proses dalam menyempurnakannya?
…………………………………………………………………………………………………………………
Sambil berpikir dan mencoba merasakan apa pahitnya cinta itu (sekarang aku menukar hitam itu dengan pahit…apa iya cocok?), mungkin kau pernah merasakan beberapa. Tapi apakah itu seolah-olah merusakkan semangat untuk menentukan cintamu? Penentuannya tidak semata-mata berakhir saat hitam pahit itu bercampur sehingga kau tidak dapat memisahkan apa itu hitam dan apa itu pahit. Menentukan antara baik dan buruk itu gampang. Tapi, apakah kau sanggup menentukan di saat pilihan itu hanya ada buruk dan buruk atau baik dan baik.
Proses menentukan itu panjang. Tarik nafas sejenak dan lakukan kembali pengembaraanmu…

Sedang menarik nafas tapi seolah akan menghembuskannya nanti saja,

Tuesday, 29 September 2009

Menentukan cinta (Bagian 1)

Berawal dari melihat tapi kemudian berlanjut kea rah memperhatikan. Tidak hanya berhenti saat disitu, tapi bergerak secara dinamis ke percobaan dalam memperdulikannya. Apakah sudah berhenti? Belum juga. Kini beranjak kea rah yang lebih mendalam. “Tak ingin lepas dari komunikasi yang menyenangkan”. Ini adalah anak tangga selanjutnya dalam membina rasa itu. Berhentikah? Hmmmm….Belum juga tampaknya. Sayang itu mulai muncul. Rasa yang tak diinginkan dan yang terkesan lemah ini akhirnya menunjukkan tunasnya.
Begitu banyak titik dan anak tangga yang harus dilalui. Tapi dia tekun untuk melewatinya. Apa yang membuat dia tekun untuk melewatinya? Mungkin karena dia menikmati setiap proses yang ada. Dia merasakan semua itu ada manfaatnya dan kesemuanya itu dilakukan karena dia ingin mencapai sesuatu.
Tapi, jangan pernah menyalakan api yang tak ingin kau padamkan. Jangan pernah membakar cinta yang tak ingin kau inginkan. Mencintai sesuatu adalah proses pilihan. Saat kau menyatakan “iya”, saat itulah kau menentukan cinta. Apakah ini harus kau perjuangkan atau kau hentikan saat itu juga. Banyak hal yang membuat seseorang lemah akan godaan cinta. Merasa tak ingin komunikasi berubah, tak ingin kehilangan sosok teman, tak ingin kehilangan bantuan yang selalu ada di saat dia butuh, tak ingin-tak ingin yang lain yang sudah dinikmati bersama.
Kesemuanya itu proses menentukan. Cinta yang ditentukan adalah cinta yang tak pernah buta. Dia bisa melihat, menyadari, mengevaluasi diri sendiri, menyatakan dan berani mengungkapkan sesuatu. Sudahkah kau tentukan cintamu?


Yang takut menentukan cintaku sendiri,

Sunday, 27 September 2009

menentukan cinta

ah...mungkin ini akan menjadi tulisan tentang cintaku yang pertama
beuh....sok cinta-cintaan \...mgkn karena akhir-akhir ini aku sering dikagetkan dan merasakan terpaan berita tak benar tentang status hubunganku dengan perempuan.
================================================================================
Awalnya mungkin hanya melihat saja. Kemudian mungkin tertarik. Lalu penasaran. Kemudian apa lagi yah?....

Wednesday, 27 May 2009

for the girl who always whispering me with her special nick

sebuah kata...tapi itu terpatri kuat di telingaku
mungkin juga sudah bereaksi dengan cepat bersama aliran darah...hehehe...
senang punya teman baru dan temen yang selalu memanggilku dengan panggilan yang tidak aku senangi (pada awalnya)
tp klo dia yang manggil, terasa seru aja:)
aku menikmati panggilan itu dan beberapa temanku juga akhirnya memanggilku dengan panggilan itu (walau ga tau itu artinya ngeledek atau menghina). Yang pasti aku asyik-asyik aja....asal dia ga nyenggol gw....(halah)
panggilan memang terkadang lebih diingat daripada nama
karena panggilan terkadang mengungkapkan sesuatu yang ada di pikiran si pencetus panggilan.

untuk temanku ini, aku senang kau memanggilku seperti itu. walau kau tak tahu klo maknanya itu dan panggilan itu selalu kuharamkan jika orang lain yang memanggilku, tp dari dalam hati, terkadang aku bangga jika kau memanggilku sperti itu
memang kesannya gampangan tapi itu selalu membuatku terpanggil untuk menjadi sesuatu yang bisa diandalkan dan dipercaya...

trima kasih, temanku

Wednesday, 6 May 2009

i love you for sentimental reason

memang hanya sebuah lagu yang menghantarkan pada sebuah alasan yang sentimental, yang tak ingin diungkapkan dan yang mengerikan untuk diceritakan. tanpa ingin mengetahui dan ingin menggali lebih dalam, tapi aku tidak mau untuk mengungkapkan alasan itu.
hanya brpikir kalau memang ada ruang yang sangat luas di hati manusia tapi tak seorangpun bisa mengganggunya.
ruangan itu sangat dekat dengan hal-hal yang membuatmu tertawa (atau lebih tepat tersenyum sendirian), kadang hal yang selalu membuatmu untuk bersemangat atau bahkan merasa kehilangan semangat sama sekali....
ruangan ini juga sebenarnya sangat tebal, tapi jika sekali terobek, alangkah sulit diobati
.................................................
akh, ini lagi menulis apa yh?
semakin kau ingin menggali sesuatu yang ingin kau tutupi, ternyata semakin ruangan itu mendapatkan kekuata utk semakin tebal dan kuat
sentimental?tak taulah apa artinya

-

count your blessing