Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Thursday, 18 September 2014

Lima

Ini adalah hari kelima setelah anakku Justin lahir. Lelah tapi bahagia, berkeringat tapi berjuang, "Deg dean" namun lega. Itu mungkin segelintir perasaan yang kudapatkan hingga sampai ini. Ke depannya? Onky God Knows. Tapi semoga perjuangan yang diajarkan anakku kepadaku bisa tetap berakar dan bertumbuh dalam diri orang tuanya.

Anakku terlebih dahulu mengajarkanku banyak hal sebelum aku mengajar dia. Suatu proses yang luar biasa. Di saat orang tua berdoa akan mengajarkan yang terbaik untuk anaknya, terlebih dahulu sebenarnya sang Anak sudah mengajarkan orang tua sesuatu.

Berlebihankah pemikiran ini? Mungkin saja. Tapi tetap aku harus katakan bahwa itulah kenyataan yang aku rasakan.


Salam,

PapaJustin

Sunday, 28 October 2012

Pemimpin yang membebaskan

Siapa yang tidak merindukan seorang pemimpin yang menjadi teladan? Siapa yang tidak ingin dipimpin oleh seorang yang bisa mengayomi dan mempersatukan semua anggotanya? Siapa yang tidak ingin merasakan kegembiraan bersama dengan para pemimpunnya?

Semua ingin bersama dan bergaul akrab dengan pemimpinnya. Menjadi bagian yang utuh antara pemimpin dan anak buah. Sinergi dalam satu perasaan. Bahagia bersama dan sedih bersama.

Tapi, siapakah pemimpin yang seperti itu? Apakah sangat sulit untuk mencarinya? Apakah mustahil untuk menemukannya?

Susah, tapi mungkin....Pasti ada...Sejarah mengatakn pemimpin seperti itu ada. Ingat presiden Chili yang ikut "berjuang" untuk menyelamatkan pekerja tambangnya? Atau sejarah lain yang menunjukkan kisah pemimpin yang membebaskan? Bukan bebas secara fisik saja, tapi juga bebas secara hati dan jiwa. Saat pemimpin ada bersama pengikutnya, entah itu kejadian suka maupun duka, saat itulah dia sudah membebaskan pengikutnya...

CAKUNG, 28 Oktober 2012
Selamat sumpah pemuda

Wednesday, 5 September 2012

tanggung jawab itu membutuhkan integritas dan dedikasi

 Kamis, 6 September 2012

Setelah berjibaku dengan jalanan Jakarta - Bekasi dan menyempatkan diri untuk sarapan, pagi ini aku terbawa dalam alunan kata yang ditulis di http://creatingwebsite-maskolis.blogspot.com/2011/03/dua-manusia-super-di-pinggir-jalan.html  . Sambil duduk di depan PC di kantor, aku dapat artikel ini. Sangat menarik. Walau dengan permainan kata-kata yang didramatisir, aku tetap dengan sadar terbuai dalam setiap kata-kata dalam tulisan itu.

Tak sadar, akupun mulai memasuki tulisan itu. Emosi dalam tulisannya menyatu dalam emosiku pagi ini. Mataku pun mulai berkaca-kaca takkala tulisan ini sampai pada titik mengangkat integritas dan dedikasi dua orang penjaja tissu di jalanan Jakarta ini. Bagaimana tidak terharu, saat mereka membutuhkan uang (sangat membutuhkan uang) mereka masih tetap berpikir atas kepuasan pelanggan, kejujuran dan pelayanan yang maksimal. Amazing !!!

Kejujuran memang tema yang diangkat, tapi aku lebih melihat dedikasi dan integritas. Sekecil apapun tanggung jawab atau pekerjaan yang dibebankan kepadamu, ingatlah, tanggung jawab itu membutuhkan integritas dan dedikasi.


salam,

d'Niel

Monday, 7 May 2012

Senja tiba

langit itu berbuat sesuka hatinya

jika dia senang, dia biru

tapi kalau kesal, dia bisa hitam


hari ini, dia warna apa yah?

mungkin dia sedang bimbang?atau mungkin sedang merenungkan sesuatu

tentang dia atau juga tentang apa cerita mereka tentang dia?


Published with Blogger-droid v2.0.1

Tuesday, 1 May 2012

Perspektif

Akhir-akhir ini aku bergelut dengan instagram dan aplikasi photo editor lainnya di tablet saya. Tampaknya memang,tren penggunaan tablet atau handset untuk mengambil dokumentasi dalam bentuk foto sedang menanjak. Masih ingatkah kita waktu meningkatnya penggunaan blackberry dan berry-berry-an yang mengikutinya akibat meningkatnya pengguna facebook? Begitu juga fenomena penggunaan handset sebagai alat dokumentasi meningkat karena wabah instagram. Awalnya hanya bisa dipakai dalam handset iphone. Tapi karena sudah ada di android, wabah instagram dan sosial media base on photo ini meningkat.

Saya pun kena wabah ini. Saya sadari semenjak ada aplikasi photo editor di hdset ini, semakin mudah kita berkreasi. Lupakan program Photoshop, corel dan kawan-kawan. Dengan ini cukup!

Tapi itu hanya sebuah perspektif. Sama seperti saya yang adalah pengikut mazhab "perspektif".

Semua orang punya sudut pandang, tapi biarkan saya berbicara dan berpendapat lewat sudut pandang saya. Coba nikmati sudut pandang saya. Jika memang suka, coba lihat dari sudut pandang saya.


salam,


Published with Blogger-droid v2.0.1

count your blessing