Senyum membuat Anda lebih menarik.
Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman..Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.
Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah..
Senyum menular
Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia
Senyum menghilangkan stres
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih.
Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.
Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.
Senyum menurunkan tekanan darah
Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.
Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin
Senyum ibarat obat alami.
Senyum bisa menghasilkan endorphin,pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.
Senyum membuat awet muda
Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum Anda akan terlihat lebih awet muda.
Senyum membuat Anda kelihatan sukses
Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri,terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.
Senyum membuat orang berpikir positif.
Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum,tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik". Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah
Senyum menciptakan kebahagiaan di sekitar kita, Senyum adalah ketenangan bagi kegelisahan, keceriaan bagi yang kecil hati dan kegembiraan bagi yang sedih.
Senyum tidak bisa di beli, karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berguna bagi siapapun sampai senyum itu diberikan..
Jika kalian harus menemui seseorang yang terlalu letih untuk memberimu senyuman. Berikan satu senyuman yang tulus untuk mereka. Karena tidak ada yang lebih membutuhkan senyuman daripada orang - orang yang tidak mempunyai senyuman lagi untuk deberikan..
Sebuah senyuman akan selalu diterima, karena senyuman akan membuka pintu dan hati seperti anak kunci.
Berikan setiap senyummu untuk semua orang, karena satu senyuman memberikan keceriaan pada semua orang
Sebuah tulisan yang saya dapat...Memang benar, cukup itu bukan berbicara tentang kuantitas, tapi rasa syukur...
Ada Cerita, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si
petani mengucapkan kata "cukup".
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata
cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.
Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. Belajarlah untuk berkata "Cukup"
Pendahuluan
Fenomena berpikir tanpa berpikir atau yang lebih dikenal dengan BLINK sangat marak di dunia pemasaran. Pemasar mulai mencari insight yang membantu mereka dalam membentuk sebuah keputusan yang tepat untuk memecahkan masalah di dunia pemasaran. Decision Support System yang harus dimiliki pemasar harus benar-benar lengkap dan integrated system. Decision Support System itu tidak harus sampai kepada informasi intelligence tapi cukup hanya dalam ranah data sederhana dengan tampilan yang sederhana-pun, data itu mampu berbicara banyak dan merangsang pemasar untuk menjadikan sebuah program yang sukses dan berkelanjutan.
Malcolm Galdwell dalam bukunya mengatakan bahwa kita perlu 10,000 hours untuk menjadi seorang ahli. Tapi bukan hanya semata-mata menghabiskan 10,000 jam tapi tidak melakukan apa-apa. Tapi bekerja dengan sekeras mungkin. Di dalam bekerja sekeras mungkin itu (extremely worked hard), itulah akan muncul sebuah tingkat intelegensi yang dapat memadukan beberapa data sederhana menjadi sebuah pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti.
Statistika dan Statistik

Ketika mendengar kata statistik, orang-orang pasti akan cenderung berpendapat negative dibandingkan dengan pendapat positif. Statistik memang lebih dekat kepada sebuah kelompok data yang ribet, berupa baris dan kolom, deretan dan susunan angka-angka bahkan dengan kata “menyusahkan”-pun sangat dekat. Tapi di balik itu, apa yang bisa kita dapatkan dari statistik itu?
Wikipedia menjelaskan bahwa statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Sedangkan ilmu yang mempelajarinya adalah Statistika. Salah satu alat yang paling sederhana dalam tehnik analisis statistik adalah analisis deskriptif.
Tehnik analisis statistik deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna. Contoh statistika deskriptif yang sering muncul adalah, tabel, diagram, grafik, dan besaran-besaran lain. Dengan Statistika deskriptif, kumpulan data yang diperoleh akan tersaji dengan ringkas dan rapi serta dapat memberikan informasi inti dari kumpulan data yang ada.
Hal inti menjadi sorotan utama dari statistika deskriptif. Bagaimana inti dari kumpulan data yang diambil menjadi sebuah system yang dapat mendukung kita dalam mengambil sebuah kesimpulan. Tabel, diagram dan grafik tidak menjadi bentuk transformasi dari tabulasi-tabulasi dan deret angka-angka yang ditampilkan dari analisis statistic yang dilakukan melalui software-software statistik yang ada.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam transformasi data :
1.Transformasi yang dimaksud mencitrakan angka dan data yang benar dan ada.
2.Transformasi yang ditampilkan dapat meringkas dan berbicara lebih cepat.
3.Transformasi yang terbentuk mempercepat kita memahami karakteristik yang terpola.
4.Transformasi yang diwujudkan merangsang kita untuk lebih mengerti.
Dari keempat hal itulah akan muncul sebuah BLINK yang menjadikan statistic itu berdaya guna dan dapat ditindaklanjuti. Kenyataan bahwa statistik yang sederhana itu semakin terwujud ketika grafik dan diagram itu menceritakan gejala dan karakteristik yang ada.

Kesederhanaan yang dapat membangun sebuah keputusan yang tepat
Melalui data-data dan grafik sederhana dapat muncul sebuah keputusan yang tepat. Bukan harus melalui alat statistic atau metoda analisis yang advance atau inferens bisa muncul keputusan yang tepat. Memang metoda analisis lanjutan tetap dibutuhkan untuk mempelajari lebih dalam, tapi dengan melihat gejala pusat yang tepat, sebenarnya kita bisa membuat keputusan yang tepat dengan tingkat kepercayaan yang kita yakini.
Intinya adalah melihat dengan tepat sesuatu yang tepat. Mencermati statistic yang tepat dengan metoda yang tepat. Bukan semata-mata menampilkan grafik dan table yang hebat, namun bukan menggambarkan karakteristik yang ingin diteliti.
Data atau statistic itu dibutuhkan oleh setiap orang. Dan statistic itu sekarang ada banyak dan berlimpah. Namun, apakah orang sudah menggunakannya dengan tepat? Apakah data yang tepat sudah berdaya guna atau masih menjadi tumpukan file yang hanya menunjukkan kumpulan data saja tanpa didayagunakan? Sesuatu yang besar itu tidak selalu datang dari sesuatu yang besar. Bisa saja dari sebuah hal yang kecil bahkan sederhana. Tapi, jika dengan cara yang tepat mengerjakan dengan tepat apa yang tepat itu akan menjadi besar dan berdayaguna.

Angin malam terasa menusuk sampai ke tulang
Bukan saja membuat nyeri, tapi cengkraman udara ini membuatku sakit
Ingin rasanya cepat pergi dari tempat ini
Ke sebuah tempat hangat, teduh dan tentram
di persimpangan antara nyawa, roh, raga dan asa
Tapi tidak bisa...oh mungkin belum saatnya lebih tepatnya
Harus benar menyadari aku harus menyediakan waktu untuk dia
Menunggu tidaklah akan menjadi bosa jika kita menyadari kenapa harus melakukan itu
Aku disini menanti dia yang kuharapkan datang
Diapun datang...Siap dengan satu sayap yang melekat di tubuhnya
Dan di tubuhku, aku pun memiliki satu sayap yang siap untuk dikibaskan
Untuk terbang pergi ke tempat tinggi itu, kami butuh dua sayap
satu darinya dan satu dariku
dengan dia dan dengan dua, kami bisa melayang
Menuju tempat tinggi ke tahapan yang selanjutnya
Aku harus menunggu, kami harus bersama agar kami bisa melayang
dari sebuah hadiah kasih sayang berupa sayap
Mari berhitung. Kira-kira berapa jumlah yang cukup baik untuk cicilan Anda, agar keuangan Anda tetap sehat?
Kalau sudah memiliki keinginan yang sangat besar untuk membeli properti, kita kadang lupa bahwa keuangan kita memiliki batas sehingga terlalu memaksakan diri. Lalu tibalah masa ketika ekonomi sulit hingga kita juga bermasalah dalam melunasi cicilan tersebut. Bagaimana caranya agar bisa terhindar? Salah satunya adalah menghitung cermat cicilan dalam batas ideal umum.
One thing for sure, saya selalu merekomendasikan agar total cicilan per bulan tidak lebih dari 30% penghasilan yang diterima. Tentu saja ada alasan mengapa sampai perlu diberikan batasan tersebut. Beberapa alasan diantaranya adalah:
* Hidup Anda tidak melulu hanya hutang. Bayangkan jika total hutang Anda lebih dari 30%, ini bisa berarti bahwa hidup Anda sebagian besar dikendalikan oleh hutang.
* Bertambahnya porsi hutang tentu saja akan menguras kemampuan kita untuk menyisihkan dan jelas mempengaruhi cash flow. Apalagi jika hutang ini hutang konsumtif yang tidak membuat Anda sejahtera nantinya.
* Ada beberapa jenis hutang yang bunganya bisa berubah sewaktu-waktu. Yang menjadi masalah adalah penghasilan Anda belum tentu akan ikut berubah saat itu juga. Jadi, mengontrol hutang adalah salah satu solusi untuk menghadapi masalah ini.
Banyak orang yang sering bertanya pada saya, apa maksud dari maksimal 30%? Dihitung dari mana? Seperti yang dikatakan di awal, 30% itu total lho. Jadi jangan cuma menghitung satu hutang saja.
Saya coba kasih ilustrasinya. Misalnya, ada seorang keluarga muda dengan penghasilan 5 juta perbulan suami istri. Ini adalah penghasilan tetap, karena memang keduanya bekerja sebagai karyawan. Mereka ingin memiliki rumah sederhana tahun ini. Setelah dihitung-hitung, 30% dari total penghasilan berarti mereka bisa mengusahakan untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan cicilan 1,5 juta per bulannya. Apa benar? Eits, nanti dulu. Ternyata, suami punya cicilan motor yang belum selesai Rp 500 ribu per bulan. Baru selesai kira-kira dua tahun lagi. Dan ternyata si istri pernah membeli handphone dengan cara mencicil Rp 200 ribu per bulan via kartu kredit, yang baru akan selesai 6 bulan lagi. Kalau begitu berapa sebaiknya nilai cicilan KPR keluarga tersebut? Mari kita hitung:
Maksimal cicilan 30% dari total penghasilan = hutang kartu kredit + hutang motor + hutang KPR.
Dari perhitungan diatas, bisa diketahui bahwa hutang KPR keluarga tersebut sebaiknya tidak lebih dari Rp 800 ribu per bulannya, dan bukan Rp 1,5 juta. Wah, ternyata jumlah ideal cicilan KPRnya jauh lebih kecil dari yang diperkirakan di awal.
Nah, untuk memudahkan perhitungan ini, ada beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghitung jumlah cicilan ideal KPR Anda:
1. Catat semua hutang saat ini, termasuk hutang ke orangtua atau teman. Yang perlu dicatat adalah besarnya cicilan masing-masing hutang, sisa waktu untuk mencicil, tipe cicilan dan pemberlakuan bunga.
2. Catat semua rencana pengeluaran yang akan memicu hutang di masa depan dan waktu mulai hutang tersebut.
3. Jumlahkan semua cicilan hutang yang sedang berjalan saat ini. Hitung sisa porsi yang dapat digunakan untuk cicilan KPR.
4. Atur strategi agar pengeluaran hutang masa kini dan yang akan datang agar bisa berjalan secara sinkron. Misalnya: jika ternyata porsi cicilan KPR sangat kecil, coba evaluasi hutang yang sebaiknya diselesaikan dalam waktu cepat, terutama hutang untuk barang-barang konsumtif dan harganya turun. Setelah hutang tersebut dilunasi, Anda bisa menambahkan alokasinya dalam porsi cicilan KPR. Begitu pula ketika ada tambahan penghasilan.
5. Lakukan evaluasi berkala setelah implementasi.
Bagaimanapun seorang manusia tidak pernah terlepas dari kesalahan. Sesempurna apapun rencana dan perhitungan akan selalu memiliki kemungkinan untuk meleset. Karena itu, jangan lupa melakukan evaluasi berkala kondisi keuangan.
Jadi, apakah cicilan hutang dan rencana cicilan Anda saat ini sudah cukup sehat?
Profil Penulis
Safir Senduk adalah seorang Perencana Keuangan yang mendirikan Safir Senduk & Rekan pada awal tahun 1998. Sejak September 1999, ia menulis sejumlah buku yang tergabung dalam Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, yang merupakan seri buku pertama di Indonesia dalam bidang perencanaan keuangan. Dan pada tahun 2000, Safir juga menjadi pembicara publik di berbagai seminar, pelatihan dan serta radio. Situs www.perencanakeuangan.com yang dibangunnya, saat ini menjadi situs terlengkap di Indonesia mengenai perencanaan keuangan. (Sumber: www.perencanakeuangan.com)
Sumber : http://www.propertykita.com