Berawal dari melihat tapi kemudian berlanjut kea rah memperhatikan. Tidak hanya berhenti saat disitu, tapi bergerak secara dinamis ke percobaan dalam memperdulikannya. Apakah sudah berhenti? Belum juga. Kini beranjak kea rah yang lebih mendalam. “Tak ingin lepas dari komunikasi yang menyenangkan”. Ini adalah anak tangga selanjutnya dalam membina rasa itu. Berhentikah? Hmmmm….Belum juga tampaknya. Sayang itu mulai muncul. Rasa yang tak diinginkan dan yang terkesan lemah ini akhirnya menunjukkan tunasnya.
Begitu banyak titik dan anak tangga yang harus dilalui. Tapi dia tekun untuk melewatinya. Apa yang membuat dia tekun untuk melewatinya? Mungkin karena dia menikmati setiap proses yang ada. Dia merasakan semua itu ada manfaatnya dan kesemuanya itu dilakukan karena dia ingin mencapai sesuatu.
Tapi, jangan pernah menyalakan api yang tak ingin kau padamkan. Jangan pernah membakar cinta yang tak ingin kau inginkan. Mencintai sesuatu adalah proses pilihan. Saat kau menyatakan “iya”, saat itulah kau menentukan cinta. Apakah ini harus kau perjuangkan atau kau hentikan saat itu juga. Banyak hal yang membuat seseorang lemah akan godaan cinta. Merasa tak ingin komunikasi berubah, tak ingin kehilangan sosok teman, tak ingin kehilangan bantuan yang selalu ada di saat dia butuh, tak ingin-tak ingin yang lain yang sudah dinikmati bersama.
Kesemuanya itu proses menentukan. Cinta yang ditentukan adalah cinta yang tak pernah buta. Dia bisa melihat, menyadari, mengevaluasi diri sendiri, menyatakan dan berani mengungkapkan sesuatu. Sudahkah kau tentukan cintamu?
Yang takut menentukan cintaku sendiri,
Memang kehidupan ini terus berlanjut dan akan berlanjut dengan atau tanpa diriku tapi menorehkan beberapa kejutan dalam kehidupan ini ....mungkin bermanfaat buatku atau buat siapa saja
Tuesday, 29 September 2009
Sunday, 27 September 2009
menentukan cinta
ah...mungkin ini akan menjadi tulisan tentang cintaku yang pertama
beuh....sok cinta-cintaan \...mgkn karena akhir-akhir ini aku sering dikagetkan dan merasakan terpaan berita tak benar tentang status hubunganku dengan perempuan.
================================================================================
Awalnya mungkin hanya melihat saja. Kemudian mungkin tertarik. Lalu penasaran. Kemudian apa lagi yah?....
beuh....sok cinta-cintaan \...mgkn karena akhir-akhir ini aku sering dikagetkan dan merasakan terpaan berita tak benar tentang status hubunganku dengan perempuan.
================================================================================
Awalnya mungkin hanya melihat saja. Kemudian mungkin tertarik. Lalu penasaran. Kemudian apa lagi yah?....
Wednesday, 16 September 2009
banyak hal yang bisa dipelajari dari menolong
Menolong bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tapi terkadang, kita susah dan bahkan tidak mau untuk melakukannya.Butuh hati yang tergerak dan digerakkan oleh belas kasihan untuk mengatakan mau dan berbuat sebuah pertolongan.
Hari ini aku senang bisa membantu beberapa orang. Semoga ini bisa membuatku untuk tetap peka terhadap lingkungan dan mau meluangkan waktu untuk menolong orang.
Pagi ini aku ke bandara. Ingin pergi ke Jogjakarta. Aku melihat ada seorang bapak yang baru pertama kali pulang kampung ke Medan dengan naik pesawat. Dari berbagai carannya aku bisa menyimpulkan kalau dia sedang kebingungan. Aku memberanikan diri untuk mendatangi dia dan mencoba berkenalan. Karena dia dengan logat bataknya yang kental, maka aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Akhirnya aku menghantarkannya ke pintu A3. Karena dia tidak tahu dimana pintu A3. Aku bersyukur bisa membantu orang itu.
Sesampainya di pesawat, aku harus mengalah untuk seorang anak karena dia ingin duduk di t4 dudukk. Ah....tak apalah...
Di Bandara Adi Sucipto, aku lagi ngantri pipis. Ternyata ada datang dan dengan ccelingak-celiknguk, dia mencoba pipis di toilet yang t4 pipis dewasa. Memang seh bandara ini tidak menyediakan yang lebih pendek untuk anak-anak. Setelah beberapa kali dia mencoba, ternyata tidak bisa juga.
Akhirnya aku menggendongnya dan kembali bersyukur, aku bisa menikmati ini semua
16092009
Jogja
Hari ini aku senang bisa membantu beberapa orang. Semoga ini bisa membuatku untuk tetap peka terhadap lingkungan dan mau meluangkan waktu untuk menolong orang.
Pagi ini aku ke bandara. Ingin pergi ke Jogjakarta. Aku melihat ada seorang bapak yang baru pertama kali pulang kampung ke Medan dengan naik pesawat. Dari berbagai carannya aku bisa menyimpulkan kalau dia sedang kebingungan. Aku memberanikan diri untuk mendatangi dia dan mencoba berkenalan. Karena dia dengan logat bataknya yang kental, maka aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Akhirnya aku menghantarkannya ke pintu A3. Karena dia tidak tahu dimana pintu A3. Aku bersyukur bisa membantu orang itu.
Sesampainya di pesawat, aku harus mengalah untuk seorang anak karena dia ingin duduk di t4 dudukk. Ah....tak apalah...
Di Bandara Adi Sucipto, aku lagi ngantri pipis. Ternyata ada datang dan dengan ccelingak-celiknguk, dia mencoba pipis di toilet yang t4 pipis dewasa. Memang seh bandara ini tidak menyediakan yang lebih pendek untuk anak-anak. Setelah beberapa kali dia mencoba, ternyata tidak bisa juga.
Akhirnya aku menggendongnya dan kembali bersyukur, aku bisa menikmati ini semua
16092009
Jogja
Wednesday, 19 August 2009
in my city in my birthday and in my mom's prayer
suatu senyuman indah bisa berasal dari mana saja...begitu juga suatu tawa dan tangis sukacita, itu juga bisa berasal dari mana saja...
salah satu alasan dari banyak alasan itu mungkin karena harapan yang menjadi bulat. Harapan yang menjadi kenyataan. Suatu titik dimana harapan itu sirna dan berubah menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyemangatiku untuk terus berlari di peringatan hari lahirku ini.
Aku berada di kota kelahiranku. Itu sebuah anugrah yang bisa kurasakan di hari ini. Bukan sekedar itu saja. Aku bertemu dengan orang yang melahirkanku juga. Apakah berhenti sampai di batas itu? Belum...Tuhan masih menganugrahiku sebuah doa yang indah dari bibir perempuan pekerja keras yang melahirkanku itu.
Sungguh luar biasa pengalaman itu. Walau air mata mengalir malu-malu melalui sudut matanya, tapi terasa dalam menusuk telinga dan jiwaku... Sungguh pengalaman yang mengingatkanku akan setiap alasan kenapa aku harus lahir di muka bumi ini.
Doa itu terasa melingkupiku dengan setiap lirihan kata yang terungkap. Sungguh...benar sungguh itu anugrah..
medan, 18081983 - 18082009
salah satu alasan dari banyak alasan itu mungkin karena harapan yang menjadi bulat. Harapan yang menjadi kenyataan. Suatu titik dimana harapan itu sirna dan berubah menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyemangatiku untuk terus berlari di peringatan hari lahirku ini.
Aku berada di kota kelahiranku. Itu sebuah anugrah yang bisa kurasakan di hari ini. Bukan sekedar itu saja. Aku bertemu dengan orang yang melahirkanku juga. Apakah berhenti sampai di batas itu? Belum...Tuhan masih menganugrahiku sebuah doa yang indah dari bibir perempuan pekerja keras yang melahirkanku itu.
Sungguh luar biasa pengalaman itu. Walau air mata mengalir malu-malu melalui sudut matanya, tapi terasa dalam menusuk telinga dan jiwaku... Sungguh pengalaman yang mengingatkanku akan setiap alasan kenapa aku harus lahir di muka bumi ini.
Doa itu terasa melingkupiku dengan setiap lirihan kata yang terungkap. Sungguh...benar sungguh itu anugrah..
medan, 18081983 - 18082009
Friday, 14 August 2009
singgasana singgasini
dunia yang terintegral...sebenarnya itu yang menjadi ide dan topik yang ingin kubagikan. Teringat olehku sewaktu di kampus dulu, saya mengikuti lomba menulis essai tentang dunia yang terintegral.
Dalam pemahamanku tentang kalkulus, integral itu digunakan untuk mencari luas suatu susunan dimensi dua yang tidak beraturan. Ini seh definisiku sendiri. Jadi bidang itu (yang ingin dihitung luasnya) dimodelkan dalam formulasi matematika. Dan formulasi itulah yang akan diintegralkan nantinya dalam selang tertentu untuk mendapatkan luas. Tapi, apa bagian dariintegral itu sendiri?
Pada hakekatnya, integral itu seakan-akan mempartisi bidang tadi menjadi bagian-bagian yang paling kecil kemudian disatukan kembali.
Proses penyatuan itulah yang menjadi keunikannya. Sesuatu yang susah untuk didefinisikan tapi mampu untuk disatukan.
Ini yang menarik bagiku tentang integral. Dan dunia sekarang, dia sudah terintegrasi. Disatukan oleh banyak hal. Ada ide, pemikiran, letak, ruang, kesempatan bahkan yang sedang kualami sekarang, dunia diintegralkan oleh alat transportasi.
Pesawat terbang contohnya.
Seakan dunia ini menjadi satu kesatuan. Dimanapun akan lebih mudah bertemu jika ada alat transportasi.
Dunia yang terintegrasi apakan semuanya dapat didefinisikan?
ujung pandang, 14082009
Dalam pemahamanku tentang kalkulus, integral itu digunakan untuk mencari luas suatu susunan dimensi dua yang tidak beraturan. Ini seh definisiku sendiri. Jadi bidang itu (yang ingin dihitung luasnya) dimodelkan dalam formulasi matematika. Dan formulasi itulah yang akan diintegralkan nantinya dalam selang tertentu untuk mendapatkan luas. Tapi, apa bagian dariintegral itu sendiri?
Pada hakekatnya, integral itu seakan-akan mempartisi bidang tadi menjadi bagian-bagian yang paling kecil kemudian disatukan kembali.
Proses penyatuan itulah yang menjadi keunikannya. Sesuatu yang susah untuk didefinisikan tapi mampu untuk disatukan.
Ini yang menarik bagiku tentang integral. Dan dunia sekarang, dia sudah terintegrasi. Disatukan oleh banyak hal. Ada ide, pemikiran, letak, ruang, kesempatan bahkan yang sedang kualami sekarang, dunia diintegralkan oleh alat transportasi.
Pesawat terbang contohnya.
Seakan dunia ini menjadi satu kesatuan. Dimanapun akan lebih mudah bertemu jika ada alat transportasi.
Dunia yang terintegrasi apakan semuanya dapat didefinisikan?
ujung pandang, 14082009
Subscribe to:
Posts (Atom)