Memang kehidupan ini terus berlanjut dan akan berlanjut dengan atau tanpa diriku tapi menorehkan beberapa kejutan dalam kehidupan ini ....mungkin bermanfaat buatku atau buat siapa saja
Wednesday, 22 April 2009
Aku ini bodoh ….
Semuanya berjalan dengan baik. Semuanya disini dalam konteks apa-apa yang aku kerjakan. Multitasking dan Koornya berjalan dengan baik. Tapi tidak dengan dinamika timnya.
Kepanitiaan kami dibentuk kurang lebih 2 bulan. Tapi sampai kemarinpun masih ada yang saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Relasi kerjanya buruk sekali. Ada yang memaksa untuk melakukan ini itu, ada yang tiba-tiba memutuskan tidak ingin membantu lagi, ada juga yang hanya menyimpan setiap kekesalannya dalam hatinya sendiri. Dan sampai semalampun masih belum berubah. Sungguh sangat kusayangkan.
”Aku ini bodoh”. Begitu temanku berucap bereaksi untuk perselisihan internal panitia ini. ”Aku bodoh kenapa aku mau melakukan ini”, begitu katanya. Reaksiku pertama hanyalah terheran. Kenapa dia bisa ungkapkan hal se-desperado itu? Apakah memang manusia sudah mencuri hatinya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap akal budinya?
Sesaat aku terdiam, tapi aku langsung menjawab keluhannya itu,”Kita memang bodoh. Bodoh dalam artian mau melakukan semuanya untuk Tuhan. DI tengah-tengah kita bisa bersenang-senang atau beristirahat di malam begini, kita malah berjerih lelah membuat acara natal, di saat-saat kita bisa menyisihkan uang kita untuk jajan, eh kita malah memberikannya untuk Tuhan. Sepintas memang kita orang bodoh, tapi tidak bagi Tuhan. Kalau kita tetap menggantungkan pelayanan ini buat orang-orang yang membuat kita terjatuh dalam dosa, betapa kacaunya kita. Lihat....sekarang acaranya selesai dan kita hanya bisa mengagumi semua ini adalah karya Tuhan.”
Apakah kau mau jadi .......................
Saturday, 11 April 2009
Terbang cepat
Terbang cepat dibawa pergi oleh nafsu
Saat raga telah terkungkung
Saat tubuh mulai terbelenggu oleh rantai jahanam
Aku ingin lepas tapi aku tak kunjung bebas
Kuserahkan kefanaan ini pada api yang menyala
Sudah kuletakkan ini pada kaki-kaki dian
Tapi semuanya gelap tak terbenderangi
Allah adalah benar dan semua manusia pembohong
Friday, 3 April 2009
cengkraman keinginan hati itu sangat kuat
Luar biasa memang kekuatan cengkraman keinginan itu. Bukan hanya sekedar yang positif saja. Untuk contoh negatif, masih banyak juga. Gara-gara keinginan untuk memakai narkoba lagi, seseorang bisa melakukan apa saja. Mencuri, menipu atau bahkan membunuh. Walau awalnya adalah narkoba, tapi karena pengaruh keinginan, itu bisa menjadi nyata.
Keinginan itu bisa mengubah segalanya. Akupun merasakan bahwa memangkeinginan itu sangat luar biasa. Kalau sudah kepengen untuk bermalas-malasan, pasti semuanya enggan untuk dilakukan. Apakah ini teori dasar dari NLP yah?
Jika keinginannya sudah besar, segala sesuatu pasti akan dilakukan. Cengkraman yang sangat menakutkan. Karena hanya keberserahan pada Sang Penguasa, hanya itu yang menjadi alat penangkalnya.
Thursday, 12 March 2009
Berita dari rumah itu
Rumah itu pernah menjadi tempatku menceritakan berbagai macam sisi dari kehidupanku. Rumah itu tempat aku juga duduk, mendengar dan mempelajari apa yang sedang Tuhan tetapkan dalam hidupku. Luar biasa memang rumah itu. Dengan atapnya yang sudah mulai tua dan selalu bocor jika hujan datang, dia menaungi banyak sekali mahasiswa untuk saling tertawa, bernyanyi bahkan berbagi hidup satu dengan yang lain. Dengan berbagai macam kontroversinya, mulai dari banyak hantu, ada penunggu bahkan sampai akan ditutup oleh masyarakat sekitar karena resah akan aktifitas orang-orang di dalam rumah itu, dia selalu tetap berdiri diam dan hanya bisa menyaksikannya.
Sungguh sangat istimewa jika bisa menyaksikan rumah itu dari dulunya semberawut hingga kini sedikit berbenah untuk wajah barunya. Sedikit demi sedikit, dia di-rias. Awalnya memang bukan orang-orang yang di dalamnya berusaha untuk mencarikan baju baru buat dia. Tapi, akhir-akhir ini, setelah setiap orang yang merasakan berkat dari pelayanan yang di rumah itu sudah semakin banyak, mereka mau mendandani rumah itu.
Titik demi titik. Batu demi batu. Kucuran berkat yang diterima yang disalurkan lagi untuk membangun rumah itu memang sudah terasa sampai sekarang.
…Lihatlah, dia sudah sedikit gagah sekarang. Walau belum megah, tapi dia sudah mulai menunjukkan kegagahannya. Dia berkata bahwa dia sanggup untuk menampung setiap pekerjaan Tuhan lainnya yang akan dikerjakan di dalamnya. Dia mau untuk diam, menaungi dan mendengar setiap firman yang akan ditabur di dalamnya. Tak lupa dia juga masih tetap mau menanti untuk kedatangan orang-orang yang sudah pernah merasakan nikmatnya pelayanan dan indahnya pembentukan TUhan di tempatnya.
Thursday, 19 February 2009
mengingat hari ini
Labuhanku kenapa tidak bersandar langsung?
Ingin berlama di lautan ini?
Hatiku tak sanggup... .ingin segera berlabuh di dunianya
Ombak itu masih tinggi...
Sulit untuk melewatinya
Anginya masih kencang menghantam setiap apa yang dilaluinya
Karang itu...karang itu walau tak bergerak
Dia tetap menghalangi
....
Sesaatku tersungkur
Di dekat sebuah tiang usang yang belum membusuk memang
Melepaskan pikiran dari setiap cinta yang membelenggu jiwa
Apakah eksistensi dan realitas cinta itu mampu menuntunku?
Melihat mercu suar yang akan menahkodai aku tuk mendaratkan asaku ini
...
Lihat...sinar itu muncul kembali
Memang tak menolongku tuk sampai ke daratan
Tapi mengingatkanku akan sebuah perjuangan yang tak pernah berakhir
Mau masih tetap berlayar?
Kembangkan sayapmu hai pelaut...
Sebelum kau injakkan daratan, jangan sampai asamu terputus
Tak ada kata lelah buat kita
Mungkin kehabisan tenaga...atau bahkan banyak energi yang terkuras untuk itu
Aku masih bisa berharap dan pengharapanku tidak kosong
Esok mungkin akan diberi ombak yang lebih besar...Aku mau menghadangnya
Jika karang-karang itu lebih tajam...Aku ingin melewatinya
Nahkoda utamaku akan membawaku sampai ke tujuanku
Pelabuhan semua mimpiku...
Aku tak ingin hidup seperti esok aku akan terhempas dan mengakhiri pelayaranku
Tapi aku ingin hidup
sebagaimana Ia sedang menyuruhku untuk mengembangkan layar-layar kapal kami