Monday, 15 September 2014

Terus berjalan

Tak tahu apa yang harus kucurahkan dalam hati ini ketika menulis post ini. 

Hari ini adalah usia kedua hari anakku. Justinus Xaverius Markus Nababan. Setelah melewati berbagai tantangan hidup yang masih seumur jagung, dia berhasil keluar dari masa-masa kritisnya. Hari ini dia sudah mulai menyusui langsung dari ibunya. 

Dia sudah mengalami apa yang dikatakan perjuangan hidup itu dimulai dari usianya yang masih dini ini. Sebuah pelajaran berharga di awal awal kehidupannya. Sebelum dia bisa berbicara atau berpikir dengan banyak pengetahuan dunia ini, tapi dia sudah bisa berjuang. 

Semoga dia semakin bertumbuh dan tetap mengingat bahwa perjuangan hidup itu terus berlanjut. Anak bayi saja tahu bagaimana harus berjuang dan bertahan hidup. Bagaimana dengan kita?


Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Utara
16 September 2014

Tuesday, 29 April 2014

Berkendara menuju Harapan

Hari ini hari yang bercampur aduk dalam hidupku. Senangkah? Atau sedihkah? Atau bahkan hampakah? 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada yang tahu setelah aku berdoa pagi ini dengan mengucap syukur pada Tuhan Sang Pemberi Nafas Baru-ku hari ini.
Setelah “Amin” terucap dari mulutku, 
------------------------------------------------------------------------------------------------------

akupun segera berdiri tegak – membuka mata – tak lupa menguap sebentar karena rasa kantukku masih ada – kemudian bergerak meninggalkan tempat tidurku. 

Hidupku kumulai saat ini.

Sunday, 15 September 2013

Bangkit, trus jadi apa?

Saat ini aku sedang diperhadapkan dengan situasi yang sangat tidak mengenakkan. Pasalnya, melihat sesuatu hal yang tidak sesuai dengan pikiran dan hati itu memang sangat sangat membuat hati terasa teriris sembilu. Mungkin memang perasaanku saja, tapi lama kelamaan memang membosankan.

Aku mengalami pembinaan pertama sekali di J town ini di tempat ini. Semua bekal dan upaya sudah banyak kulakukan. Memang sih, kalau dituduh aku menginginkan sesuatu yang lebih karena perbuatanku, itu bisa saja. Yah, memang dasar ego yang tinggi, aku juga (mungkin) menuliskan hal ini.

Banyak yang kulihat semakin menjauh dari jalan yang kupahami "benar" selama ini. Mulai dari pembelokan kekuasaan sampai pada pemotongan sesuatu hal yang sakral. Apakah tidak ada lagi kata " sakral" itu disini?
Sampai saat aku menuliskan tulisan ini pun, aku melihat bagaimana kesakralan itu sudah tidak dihargai lagi. Lihat ke depan...Apakah dia sudah mendapat " tohonan" itu?

Sudahlah....mungkin hanya ego saya saja melihat itu sakral, tapi buat pemimpin yang sebenarnya dia yang membuat dia memimpin, itu hal biasa.
Baiklah...apakah sudah cukup untuk membangkitkan sesuatu? Aktifitas dan karya Nya memang nyata saat Dia bangkit. Tapi apakah hanya bangkit saja? Lalu kemana???

Selamat hari minggu,

d'Niel

Sunday, 31 March 2013

Ditantang

Tantangan adalah sesuatu yang aksi yang menimbulkan 2 kemungkinan reaksi dari si penerima aksi tersebut. Jika dia reaksinya positif, orang tersebut akan semakin bertumbuh dan berkembang menjadi seorang yang tangguh dan siap menghadapi. Tantangan tersebut membuat dia semakin diasah sehingga hasilnya adalah sebuah keindahan. Bayangakn proses pembuatan sebuah cangkir dari tanah liat. Dari awal ditempa, dibakar dan diremukkan, tapi akhirnya sebuah cangkir yang indah. Sebuah reaksi positif yang kita keluarkan dari menghadapi sebuah tantangan akan mengasilkan buah.

Tapi bagaimana jika reaksinya negatif? Saat terima tantangan, kita jadi takut, putus asa, hilang fokus bahkan terikut dengan tantangan itu. Bersatu dalam sebuah tantangan menjadi hancur? Ingat bagaimana respon atau reaksi kita menentukan kita akan ke depannya seperti apa. Akan berakhir indah atau sebaliknya hancur.

Sunday, 28 October 2012

Pemimpin yang membebaskan

Siapa yang tidak merindukan seorang pemimpin yang menjadi teladan? Siapa yang tidak ingin dipimpin oleh seorang yang bisa mengayomi dan mempersatukan semua anggotanya? Siapa yang tidak ingin merasakan kegembiraan bersama dengan para pemimpunnya?

Semua ingin bersama dan bergaul akrab dengan pemimpinnya. Menjadi bagian yang utuh antara pemimpin dan anak buah. Sinergi dalam satu perasaan. Bahagia bersama dan sedih bersama.

Tapi, siapakah pemimpin yang seperti itu? Apakah sangat sulit untuk mencarinya? Apakah mustahil untuk menemukannya?

Susah, tapi mungkin....Pasti ada...Sejarah mengatakn pemimpin seperti itu ada. Ingat presiden Chili yang ikut "berjuang" untuk menyelamatkan pekerja tambangnya? Atau sejarah lain yang menunjukkan kisah pemimpin yang membebaskan? Bukan bebas secara fisik saja, tapi juga bebas secara hati dan jiwa. Saat pemimpin ada bersama pengikutnya, entah itu kejadian suka maupun duka, saat itulah dia sudah membebaskan pengikutnya...

CAKUNG, 28 Oktober 2012
Selamat sumpah pemuda

count your blessing