Memang kehidupan ini terus berlanjut dan akan berlanjut dengan atau tanpa diriku tapi menorehkan beberapa kejutan dalam kehidupan ini ....mungkin bermanfaat buatku atau buat siapa saja
Wednesday, 5 September 2012
tanggung jawab itu membutuhkan integritas dan dedikasi
Setelah berjibaku dengan jalanan Jakarta - Bekasi dan menyempatkan diri untuk sarapan, pagi ini aku terbawa dalam alunan kata yang ditulis di http://creatingwebsite-maskolis.blogspot.com/2011/03/dua-manusia-super-di-pinggir-jalan.html . Sambil duduk di depan PC di kantor, aku dapat artikel ini. Sangat menarik. Walau dengan permainan kata-kata yang didramatisir, aku tetap dengan sadar terbuai dalam setiap kata-kata dalam tulisan itu.
Tak sadar, akupun mulai memasuki tulisan itu. Emosi dalam tulisannya menyatu dalam emosiku pagi ini. Mataku pun mulai berkaca-kaca takkala tulisan ini sampai pada titik mengangkat integritas dan dedikasi dua orang penjaja tissu di jalanan Jakarta ini. Bagaimana tidak terharu, saat mereka membutuhkan uang (sangat membutuhkan uang) mereka masih tetap berpikir atas kepuasan pelanggan, kejujuran dan pelayanan yang maksimal. Amazing !!!
Kejujuran memang tema yang diangkat, tapi aku lebih melihat dedikasi dan integritas. Sekecil apapun tanggung jawab atau pekerjaan yang dibebankan kepadamu, ingatlah, tanggung jawab itu membutuhkan integritas dan dedikasi.
salam,
d'Niel
Tuesday, 22 May 2012
Karena Tuhan
Cipt : Daniel A Nababan
C=do,4/4 (terinspirasi dari II Korintus 1:7)
C Am7
Dipertemukan, dan dikumpulkan
Dm7 Dm7/G G
Dipersatukan dalam sebuah keluarga Tuhan
C Am7
Kaulah temanku, engkau saudaraku
Dm7 Dm7/G G
karena Kristus kita satu dan menjadi keluarga
Bridge :
Em Am9
walau kita saling berbeda
Em Dm7 G
walau kita tak slalu bersama di dunia ini
Reff :
F G Em A7
tapi Dia 'kan memperlengkapi s'tiap kita
Dm7 G7 C Gm C7
tuk menjadi bagian dari k'luarga sejati
F G Em
dan kasihNya biarkan s'lalu mengalir
A7 Dm7 G7 C
dan menjadi dasar kita 'tuk melayaniNya bersama
Renungan:
Semoga jadi berkat
d'Niel 28102006
Monday, 7 May 2012
Senja tiba
langit itu berbuat sesuka hatinya
jika dia senang, dia biru
tapi kalau kesal, dia bisa hitam
hari ini, dia warna apa yah?
mungkin dia sedang bimbang?atau mungkin sedang merenungkan sesuatu
tentang dia atau juga tentang apa cerita mereka tentang dia?
Tuesday, 1 May 2012
Perspektif
Akhir-akhir ini aku bergelut dengan instagram dan aplikasi photo editor lainnya di tablet saya. Tampaknya memang,tren penggunaan tablet atau handset untuk mengambil dokumentasi dalam bentuk foto sedang menanjak. Masih ingatkah kita waktu meningkatnya penggunaan blackberry dan berry-berry-an yang mengikutinya akibat meningkatnya pengguna facebook? Begitu juga fenomena penggunaan handset sebagai alat dokumentasi meningkat karena wabah instagram. Awalnya hanya bisa dipakai dalam handset iphone. Tapi karena sudah ada di android, wabah instagram dan sosial media base on photo ini meningkat.
Saya pun kena wabah ini. Saya sadari semenjak ada aplikasi photo editor di hdset ini, semakin mudah kita berkreasi. Lupakan program Photoshop, corel dan kawan-kawan. Dengan ini cukup!
Tapi itu hanya sebuah perspektif. Sama seperti saya yang adalah pengikut mazhab "perspektif".
Semua orang punya sudut pandang, tapi biarkan saya berbicara dan berpendapat lewat sudut pandang saya. Coba nikmati sudut pandang saya. Jika memang suka, coba lihat dari sudut pandang saya.
salam,
Tuesday, 24 January 2012
Menikmati
Yang terpenting adalah proses....
Hal inilah yang selalu diorasikan oleh guru Matematika dan Kimia saya sewaktu bersekolah di SMA. Di waktu kelas 2 SMA, di sebuah kota yang ada di antara bukit barisan di Sumatra Utara, saya diajarkan oleh guru Matematika saya untuk berpikir secara runtundan runut. Istilah "dik, dit, jaw" menjadi hal yang sangat dan harus dilakukan sebelum menyelesaikan pertanyaan. Begitu pula konsep "dik,dit,jaw" itu kembali ditekankan saat saya di kelas 3 dan bergumul dengan Fisika dan Kimia yang lebih rumit. Tak hanya berhenti di tingkat Menengah Atas di kota kecil, Sidikalang itu, bahkan sampai di Bandung dan Jatinangor pun, konsep itu terus melekat dalam Kalkulus.
Baru saat ini saya mengerti kenapa harus begitu. Hal yang paling saya rasakan adalah ketika metoda itu membantu saya untuk berpikir lebih analitik. Terstruktur memudahkan kita untuk mengurai permasalahan yang ada dan berkreasi untuk menyelesaikannya.
Dan yang paling akhir dari mengikuti itu adalah hasil. Tapi ada lagi hal yang unik dalam hasil ini. Entah itu baik atau buruk, hasil yang menakjubkan atau biasa saja, hasil yang menarik dan datar saja, tapi ada hal yang unik di dalammya. Yaitu bagaimana kita menikmati hasil akhir itu.
Ada satu perasaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang selalu menginginkan hasil yang instan dan tidak mau terlibat banyak. Yaitu rasa menikmati hasil. Coba anda bayangkan pemgalaman anda terakhir kali anda mengerjakan sesuatu dari awal, merasakan sulit dan mudahnya pengerjaan hingga menghasilkan. Bagaimana rasanya? Adakah suatu perbedaan?
Itulah yang dinamakan "menikmati pekerjaan". Entah hasilnya standar saja bagi orang lain, tapi hasilnya "berbeda" menurut anda.
Saat ini banyak mencari "yang cepat,instan" tanpa melalui proses. Cobalah perlahan untuk melakukannya. Perlahan memang selalu mengacu pada waktu, tapi coba acukan pada berpikir secara metodologis. Kau akan menikmati setiap pemberian walaupun itu terkesan sangat sederhana.
Kebun Jeruk, 24 Januari 2012


