Friday, 5 June 2009

Ingin ku...

Seandainya bisa kuhancurkan sebuah perasaan
Uuhhhh… meski terlihat perkasa secara fisik,
Tapi untuk menghancurkan sebuah perasaan sungguh butuh waktu hingga ku tak berpusara lagi.

mm.. kenapa akhir2 ini helaan nafas menjadi teman bicaraku?
Seandainya...
Aku lelah..
Semakin lama aku merasa semua membuatku GILA!

Aneh..aku merasa aneh!!
Semangatku hilang! Sunggupun aku bingung!

Ya..sampai kinipun belum kutemukan penyebabnya.
AKU MAU SEMUANYA INI BERAKHIR !!
Meskipun aku TAK MENGINGINKANNYA.......

dari teman,

tujuh atau delapan





tak terasa memang kami sudah lama tidak bertemu. sejak kami sudah tidak mampu untuk membuktikan setiap kata yang selalu kami anggap bener.memang itu bagian hitam dari kehidupan kami.
tak menyangka kalau setiap apa yang sudah kami rencanakan dengan detail, dengan penuh percaya diri, dengan rasa tak akan ada yang dapat menghalangi tiba-tiba sirna dipotong oleh Dia yang berkuasa...
Dia hapus semua kesenangan itu...Dia hancurkan semua rasa percaya diri ini...
tidak dalam hitungan tahun, bulan bahkan minggu. Tapi dalam hitungan detik atau bahkan dalam skala yang lebih kecil dari pada itu....
Kecewa...Pupus...bahkan terjatuh...
semenjak itu kami tidak pernah bertemu...berkomunikasipun tidak...
dia pergi mengerjakan hal yang lain yang tak pernah dia lakukan dan aku pun pergi melakukan dan mengejar harapan yang masih Dia anugrahkan buatku...
Hingga tiba disini, di tempat yang kami berduapun tidak pernah menduga dan tidak pernah membicarakan tentang kota ini....
kami bertemu disini, bukan untuk membicarakan tentang keinginan-keinginan kami dulu yang tidak pernah tercapai...Tapi, bercerita kemana, apa dan bagaimana kami bisa menjalani dan melewati semua kegagalan dan peringatan itu...
Walau semalam, tapi kami berdua merasa pertemuan ini cukup berarti...Memberi semangat dan bertekad untuk sesuatu yang kami akan terus gapai...


samarinda,

Wednesday, 27 May 2009

for the girl who always whispering me with her special nick

sebuah kata...tapi itu terpatri kuat di telingaku
mungkin juga sudah bereaksi dengan cepat bersama aliran darah...hehehe...
senang punya teman baru dan temen yang selalu memanggilku dengan panggilan yang tidak aku senangi (pada awalnya)
tp klo dia yang manggil, terasa seru aja:)
aku menikmati panggilan itu dan beberapa temanku juga akhirnya memanggilku dengan panggilan itu (walau ga tau itu artinya ngeledek atau menghina). Yang pasti aku asyik-asyik aja....asal dia ga nyenggol gw....(halah)
panggilan memang terkadang lebih diingat daripada nama
karena panggilan terkadang mengungkapkan sesuatu yang ada di pikiran si pencetus panggilan.

untuk temanku ini, aku senang kau memanggilku seperti itu. walau kau tak tahu klo maknanya itu dan panggilan itu selalu kuharamkan jika orang lain yang memanggilku, tp dari dalam hati, terkadang aku bangga jika kau memanggilku sperti itu
memang kesannya gampangan tapi itu selalu membuatku terpanggil untuk menjadi sesuatu yang bisa diandalkan dan dipercaya...

trima kasih, temanku

Wednesday, 6 May 2009

i love you for sentimental reason

memang hanya sebuah lagu yang menghantarkan pada sebuah alasan yang sentimental, yang tak ingin diungkapkan dan yang mengerikan untuk diceritakan. tanpa ingin mengetahui dan ingin menggali lebih dalam, tapi aku tidak mau untuk mengungkapkan alasan itu.
hanya brpikir kalau memang ada ruang yang sangat luas di hati manusia tapi tak seorangpun bisa mengganggunya.
ruangan itu sangat dekat dengan hal-hal yang membuatmu tertawa (atau lebih tepat tersenyum sendirian), kadang hal yang selalu membuatmu untuk bersemangat atau bahkan merasa kehilangan semangat sama sekali....
ruangan ini juga sebenarnya sangat tebal, tapi jika sekali terobek, alangkah sulit diobati
.................................................
akh, ini lagi menulis apa yh?
semakin kau ingin menggali sesuatu yang ingin kau tutupi, ternyata semakin ruangan itu mendapatkan kekuata utk semakin tebal dan kuat
sentimental?tak taulah apa artinya

-

Wednesday, 22 April 2009

Aku ini bodoh ….

Kata-kata ini aku dengar tadi malam dalam perjalanan pulang ke kosan dari gereja. Kami baru selesai merayakan natal remaja dan pemuda. Aku terlibat dalam pelayanan di dalamnya. Jadi anggota seksi Multitasking (sebutan khususku buat penggabungan seksi pubdok, dekorasi, humas dan peralatan. Awalnya hanya usulanku saja, tapi 2 tahun ini jadi tetap menjadi seksi...hheeheh....) dan mejadi dirigen Kantata Koor.
Semuanya berjalan dengan baik. Semuanya disini dalam konteks apa-apa yang aku kerjakan. Multitasking dan Koornya berjalan dengan baik. Tapi tidak dengan dinamika timnya.
Kepanitiaan kami dibentuk kurang lebih 2 bulan. Tapi sampai kemarinpun masih ada yang saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Relasi kerjanya buruk sekali. Ada yang memaksa untuk melakukan ini itu, ada yang tiba-tiba memutuskan tidak ingin membantu lagi, ada juga yang hanya menyimpan setiap kekesalannya dalam hatinya sendiri. Dan sampai semalampun masih belum berubah. Sungguh sangat kusayangkan.
”Aku ini bodoh”. Begitu temanku berucap bereaksi untuk perselisihan internal panitia ini. ”Aku bodoh kenapa aku mau melakukan ini”, begitu katanya. Reaksiku pertama hanyalah terheran. Kenapa dia bisa ungkapkan hal se-desperado itu? Apakah memang manusia sudah mencuri hatinya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap akal budinya?
Sesaat aku terdiam, tapi aku langsung menjawab keluhannya itu,”Kita memang bodoh. Bodoh dalam artian mau melakukan semuanya untuk Tuhan. DI tengah-tengah kita bisa bersenang-senang atau beristirahat di malam begini, kita malah berjerih lelah membuat acara natal, di saat-saat kita bisa menyisihkan uang kita untuk jajan, eh kita malah memberikannya untuk Tuhan. Sepintas memang kita orang bodoh, tapi tidak bagi Tuhan. Kalau kita tetap menggantungkan pelayanan ini buat orang-orang yang membuat kita terjatuh dalam dosa, betapa kacaunya kita. Lihat....sekarang acaranya selesai dan kita hanya bisa mengagumi semua ini adalah karya Tuhan.”
Apakah kau mau jadi .......................

count your blessing