sebuah kata...tapi itu terpatri kuat di telingaku
mungkin juga sudah bereaksi dengan cepat bersama aliran darah...hehehe...
senang punya teman baru dan temen yang selalu memanggilku dengan panggilan yang tidak aku senangi (pada awalnya)
tp klo dia yang manggil, terasa seru aja:)
aku menikmati panggilan itu dan beberapa temanku juga akhirnya memanggilku dengan panggilan itu (walau ga tau itu artinya ngeledek atau menghina). Yang pasti aku asyik-asyik aja....asal dia ga nyenggol gw....(halah)
panggilan memang terkadang lebih diingat daripada nama
karena panggilan terkadang mengungkapkan sesuatu yang ada di pikiran si pencetus panggilan.
untuk temanku ini, aku senang kau memanggilku seperti itu. walau kau tak tahu klo maknanya itu dan panggilan itu selalu kuharamkan jika orang lain yang memanggilku, tp dari dalam hati, terkadang aku bangga jika kau memanggilku sperti itu
memang kesannya gampangan tapi itu selalu membuatku terpanggil untuk menjadi sesuatu yang bisa diandalkan dan dipercaya...
trima kasih, temanku
Memang kehidupan ini terus berlanjut dan akan berlanjut dengan atau tanpa diriku tapi menorehkan beberapa kejutan dalam kehidupan ini ....mungkin bermanfaat buatku atau buat siapa saja
Wednesday, 27 May 2009
Wednesday, 6 May 2009
i love you for sentimental reason
memang hanya sebuah lagu yang menghantarkan pada sebuah alasan yang sentimental, yang tak ingin diungkapkan dan yang mengerikan untuk diceritakan. tanpa ingin mengetahui dan ingin menggali lebih dalam, tapi aku tidak mau untuk mengungkapkan alasan itu.
hanya brpikir kalau memang ada ruang yang sangat luas di hati manusia tapi tak seorangpun bisa mengganggunya.
ruangan itu sangat dekat dengan hal-hal yang membuatmu tertawa (atau lebih tepat tersenyum sendirian), kadang hal yang selalu membuatmu untuk bersemangat atau bahkan merasa kehilangan semangat sama sekali....
ruangan ini juga sebenarnya sangat tebal, tapi jika sekali terobek, alangkah sulit diobati
.................................................
akh, ini lagi menulis apa yh?
semakin kau ingin menggali sesuatu yang ingin kau tutupi, ternyata semakin ruangan itu mendapatkan kekuata utk semakin tebal dan kuat
sentimental?tak taulah apa artinya
-
hanya brpikir kalau memang ada ruang yang sangat luas di hati manusia tapi tak seorangpun bisa mengganggunya.
ruangan itu sangat dekat dengan hal-hal yang membuatmu tertawa (atau lebih tepat tersenyum sendirian), kadang hal yang selalu membuatmu untuk bersemangat atau bahkan merasa kehilangan semangat sama sekali....
ruangan ini juga sebenarnya sangat tebal, tapi jika sekali terobek, alangkah sulit diobati
.................................................
akh, ini lagi menulis apa yh?
semakin kau ingin menggali sesuatu yang ingin kau tutupi, ternyata semakin ruangan itu mendapatkan kekuata utk semakin tebal dan kuat
sentimental?tak taulah apa artinya
-
Wednesday, 22 April 2009
Aku ini bodoh ….
Kata-kata ini aku dengar tadi malam dalam perjalanan pulang ke kosan dari gereja. Kami baru selesai merayakan natal remaja dan pemuda. Aku terlibat dalam pelayanan di dalamnya. Jadi anggota seksi Multitasking (sebutan khususku buat penggabungan seksi pubdok, dekorasi, humas dan peralatan. Awalnya hanya usulanku saja, tapi 2 tahun ini jadi tetap menjadi seksi...hheeheh....) dan mejadi dirigen Kantata Koor.
Semuanya berjalan dengan baik. Semuanya disini dalam konteks apa-apa yang aku kerjakan. Multitasking dan Koornya berjalan dengan baik. Tapi tidak dengan dinamika timnya.
Kepanitiaan kami dibentuk kurang lebih 2 bulan. Tapi sampai kemarinpun masih ada yang saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Relasi kerjanya buruk sekali. Ada yang memaksa untuk melakukan ini itu, ada yang tiba-tiba memutuskan tidak ingin membantu lagi, ada juga yang hanya menyimpan setiap kekesalannya dalam hatinya sendiri. Dan sampai semalampun masih belum berubah. Sungguh sangat kusayangkan.
”Aku ini bodoh”. Begitu temanku berucap bereaksi untuk perselisihan internal panitia ini. ”Aku bodoh kenapa aku mau melakukan ini”, begitu katanya. Reaksiku pertama hanyalah terheran. Kenapa dia bisa ungkapkan hal se-desperado itu? Apakah memang manusia sudah mencuri hatinya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap akal budinya?
Sesaat aku terdiam, tapi aku langsung menjawab keluhannya itu,”Kita memang bodoh. Bodoh dalam artian mau melakukan semuanya untuk Tuhan. DI tengah-tengah kita bisa bersenang-senang atau beristirahat di malam begini, kita malah berjerih lelah membuat acara natal, di saat-saat kita bisa menyisihkan uang kita untuk jajan, eh kita malah memberikannya untuk Tuhan. Sepintas memang kita orang bodoh, tapi tidak bagi Tuhan. Kalau kita tetap menggantungkan pelayanan ini buat orang-orang yang membuat kita terjatuh dalam dosa, betapa kacaunya kita. Lihat....sekarang acaranya selesai dan kita hanya bisa mengagumi semua ini adalah karya Tuhan.”
Apakah kau mau jadi .......................
Semuanya berjalan dengan baik. Semuanya disini dalam konteks apa-apa yang aku kerjakan. Multitasking dan Koornya berjalan dengan baik. Tapi tidak dengan dinamika timnya.
Kepanitiaan kami dibentuk kurang lebih 2 bulan. Tapi sampai kemarinpun masih ada yang saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Relasi kerjanya buruk sekali. Ada yang memaksa untuk melakukan ini itu, ada yang tiba-tiba memutuskan tidak ingin membantu lagi, ada juga yang hanya menyimpan setiap kekesalannya dalam hatinya sendiri. Dan sampai semalampun masih belum berubah. Sungguh sangat kusayangkan.
”Aku ini bodoh”. Begitu temanku berucap bereaksi untuk perselisihan internal panitia ini. ”Aku bodoh kenapa aku mau melakukan ini”, begitu katanya. Reaksiku pertama hanyalah terheran. Kenapa dia bisa ungkapkan hal se-desperado itu? Apakah memang manusia sudah mencuri hatinya untuk melayani Tuhan dengan segenap hati dan dengan segenap akal budinya?
Sesaat aku terdiam, tapi aku langsung menjawab keluhannya itu,”Kita memang bodoh. Bodoh dalam artian mau melakukan semuanya untuk Tuhan. DI tengah-tengah kita bisa bersenang-senang atau beristirahat di malam begini, kita malah berjerih lelah membuat acara natal, di saat-saat kita bisa menyisihkan uang kita untuk jajan, eh kita malah memberikannya untuk Tuhan. Sepintas memang kita orang bodoh, tapi tidak bagi Tuhan. Kalau kita tetap menggantungkan pelayanan ini buat orang-orang yang membuat kita terjatuh dalam dosa, betapa kacaunya kita. Lihat....sekarang acaranya selesai dan kita hanya bisa mengagumi semua ini adalah karya Tuhan.”
Apakah kau mau jadi .......................
Saturday, 11 April 2009
Terbang cepat
Kembali semangat itu dihembuskan
Terbang cepat dibawa pergi oleh nafsu
Saat raga telah terkungkung
Saat tubuh mulai terbelenggu oleh rantai jahanam
Aku ingin lepas tapi aku tak kunjung bebas
Kuserahkan kefanaan ini pada api yang menyala
Sudah kuletakkan ini pada kaki-kaki dian
Tapi semuanya gelap tak terbenderangi
Allah adalah benar dan semua manusia pembohong
Terbang cepat dibawa pergi oleh nafsu
Saat raga telah terkungkung
Saat tubuh mulai terbelenggu oleh rantai jahanam
Aku ingin lepas tapi aku tak kunjung bebas
Kuserahkan kefanaan ini pada api yang menyala
Sudah kuletakkan ini pada kaki-kaki dian
Tapi semuanya gelap tak terbenderangi
Allah adalah benar dan semua manusia pembohong
Friday, 3 April 2009
cengkraman keinginan hati itu sangat kuat
yah, keinginan itu sangat kuat kuasanya. bayangkan saja, orang semula hanya orang yang biasa-biasa saja, tapi dengan keinginan yang kuat dia bisa "from nobody to somebody". sudah banyak kisah yang aku baca tentang orang-orang yang seperti ini.
Luar biasa memang kekuatan cengkraman keinginan itu. Bukan hanya sekedar yang positif saja. Untuk contoh negatif, masih banyak juga. Gara-gara keinginan untuk memakai narkoba lagi, seseorang bisa melakukan apa saja. Mencuri, menipu atau bahkan membunuh. Walau awalnya adalah narkoba, tapi karena pengaruh keinginan, itu bisa menjadi nyata.
Keinginan itu bisa mengubah segalanya. Akupun merasakan bahwa memangkeinginan itu sangat luar biasa. Kalau sudah kepengen untuk bermalas-malasan, pasti semuanya enggan untuk dilakukan. Apakah ini teori dasar dari NLP yah?
Jika keinginannya sudah besar, segala sesuatu pasti akan dilakukan. Cengkraman yang sangat menakutkan. Karena hanya keberserahan pada Sang Penguasa, hanya itu yang menjadi alat penangkalnya.
Luar biasa memang kekuatan cengkraman keinginan itu. Bukan hanya sekedar yang positif saja. Untuk contoh negatif, masih banyak juga. Gara-gara keinginan untuk memakai narkoba lagi, seseorang bisa melakukan apa saja. Mencuri, menipu atau bahkan membunuh. Walau awalnya adalah narkoba, tapi karena pengaruh keinginan, itu bisa menjadi nyata.
Keinginan itu bisa mengubah segalanya. Akupun merasakan bahwa memangkeinginan itu sangat luar biasa. Kalau sudah kepengen untuk bermalas-malasan, pasti semuanya enggan untuk dilakukan. Apakah ini teori dasar dari NLP yah?
Jika keinginannya sudah besar, segala sesuatu pasti akan dilakukan. Cengkraman yang sangat menakutkan. Karena hanya keberserahan pada Sang Penguasa, hanya itu yang menjadi alat penangkalnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)