hari ini aku belum berbuat apa-apa di salah satu hari bersejarah buat negeriku ini
hari ini hari pahlawan. apa yang harus kulakukan yh?
belum ada yang kulakukan....
waaaaahhhhhhhhh...kacau..............
mo ngapain yh?
berdoa buat negara, para pahlawan, buat keluarga para pahlawan dan akhirnya
aku harus menyanyikan hymne buat mereka
Syukur
Karangan / Ciptaan : H. Mutahar
Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
Dari yakinku teguh
Cinta ikhlasku penuh
Akan jasa usaha
Pahlawanku yang baka
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Ke bawah duli tuan
Dari yakinku teguh
Bakti ikhlasku penuh
Akan azas rukunmu
Pandu bangsa yang nyata
Indonesia merdeka
Syukur aku hanjukkan
Kehadapanmu tuan
---
Mengheningkan Cipta
Karangan / Ciptaan : T. Prawit
Dengan seluruh angkasa raya memuji
Pahlawan negara
Nan gugur remaja diribaan bendera
Bela nusa bangsa
Kau kukenang wahai bunga putra bangsa
Harga jasa
Kau Cahya pelita
Bagi Indonesia merdeka
Memang kehidupan ini terus berlanjut dan akan berlanjut dengan atau tanpa diriku tapi menorehkan beberapa kejutan dalam kehidupan ini ....mungkin bermanfaat buatku atau buat siapa saja
Monday, 10 November 2008
menyaksikan anak-anak itu..........
KEmarin, Minggu 9 November aku ke kampusku di Jatinangor.
Sudah lama aku ga berkunjung ke kampusku yang baru ini. Sekarang gedung sendiri....
(klo dulu mah statusnya masih pinjaman....gedung kuliah ada juga yang dipinjemin ke fakultas lain..)
Sekarang gedungnya udah bagus, megah di antara hamparan tandus Jatinangor yang sekarang,
setiap lahan dijadikan kos-kosan atau jalan-jalan besar.
Hari itu, aku datang untuk menghadiri acara pelantikan HIMASTA (himpunan Mahasiswa Statistika UNPAD).
Awalnya kami menyambut mereka dengan "ramah" dan berlanjut dengan penuh "kehangatan"
Banyak hal yang bisa kupelajari (selain aku ga ke gereja hari itu....waduh....brarti aku sudah 2 kali tidak ke gereja gara-gara ospek. kemarin dan dulu waktu aku diospek:()
Pelajaran pertama :
1. org membatasi dirinya selalu merasa tidak mampu
2. mengekang kreativitas adalah hal yang paling bodoh
3. merasa diri tidak mampu dan tidak mau berusaha adalah hal yang paling bodoh selanjutnya
Akhir dari kunjunganku ke acara pelantikan itu adalah aku pulang ke jakarta...(ya iyalah).
Maksudnya, akhirnya aku bisa bertemu anak-anak 2008. Suatu kesenangan tersendiri buatku di saat itu. Senang bisa menyaksikan hari itu dan senang bisa bertemu teman-teman lama disana.
Sudah lama aku ga berkunjung ke kampusku yang baru ini. Sekarang gedung sendiri....
(klo dulu mah statusnya masih pinjaman....gedung kuliah ada juga yang dipinjemin ke fakultas lain..)
Sekarang gedungnya udah bagus, megah di antara hamparan tandus Jatinangor yang sekarang,
setiap lahan dijadikan kos-kosan atau jalan-jalan besar.
Hari itu, aku datang untuk menghadiri acara pelantikan HIMASTA (himpunan Mahasiswa Statistika UNPAD).
Awalnya kami menyambut mereka dengan "ramah" dan berlanjut dengan penuh "kehangatan"
Banyak hal yang bisa kupelajari (selain aku ga ke gereja hari itu....waduh....brarti aku sudah 2 kali tidak ke gereja gara-gara ospek. kemarin dan dulu waktu aku diospek:()
Pelajaran pertama :
1. org membatasi dirinya selalu merasa tidak mampu
2. mengekang kreativitas adalah hal yang paling bodoh
3. merasa diri tidak mampu dan tidak mau berusaha adalah hal yang paling bodoh selanjutnya
Akhir dari kunjunganku ke acara pelantikan itu adalah aku pulang ke jakarta...(ya iyalah).
Maksudnya, akhirnya aku bisa bertemu anak-anak 2008. Suatu kesenangan tersendiri buatku di saat itu. Senang bisa menyaksikan hari itu dan senang bisa bertemu teman-teman lama disana.
memasungku
sabtu kemarin aku baca sisipan hadiah dari sebuah buku "santapan harian"
artikelnya mengingatkanku akan apa yang sering terjadi dalam hidupku. "jatuh bangun"...
Seringkali kita berapi-api dalam satu saat, tapi bebrapa menit bahkan detik kemudian sudah jatuh lagi...
Seingkali kita bersemangat untuk mengatakan :tidak lagi", tapi kemuadian kita malah terjerembab....Apakah itu bentuk kemunafikan manusia? Atau (jika memakai kata yg lebih halus lagi), apakah itu yang membuktikan manusia itu lemah dan rentan akan dosa?
Dalam artikel dalam "santapan harian" itu, pasir hidup menggambarkan jatuh bangun manusia itu. Terlebih aku...Yang selalu gagal dalam berkomitmen dan dalam tekad-tekad...
Aku bagai terjatuh dalam "pasir hidup" dosaku...
Sekali aku terjerambab dalam dosaku, kemudian aku berkomitmen untuk tidak lagi, tapi hasilnya aku semakin tertarik ke dalam jika aku sekali gagal saja.
Semakin aku bergerak untuk lepas, aku semakin ditarik ke dalam....
Apa yang membuat seperti itu?
............................................
artikelnya mengingatkanku akan apa yang sering terjadi dalam hidupku. "jatuh bangun"...
Seringkali kita berapi-api dalam satu saat, tapi bebrapa menit bahkan detik kemudian sudah jatuh lagi...
Seingkali kita bersemangat untuk mengatakan :tidak lagi", tapi kemuadian kita malah terjerembab....Apakah itu bentuk kemunafikan manusia? Atau (jika memakai kata yg lebih halus lagi), apakah itu yang membuktikan manusia itu lemah dan rentan akan dosa?
Dalam artikel dalam "santapan harian" itu, pasir hidup menggambarkan jatuh bangun manusia itu. Terlebih aku...Yang selalu gagal dalam berkomitmen dan dalam tekad-tekad...
Aku bagai terjatuh dalam "pasir hidup" dosaku...
Sekali aku terjerambab dalam dosaku, kemudian aku berkomitmen untuk tidak lagi, tapi hasilnya aku semakin tertarik ke dalam jika aku sekali gagal saja.
Semakin aku bergerak untuk lepas, aku semakin ditarik ke dalam....
Apa yang membuat seperti itu?
............................................
Tuesday, 21 October 2008
tadi panas sekarang hujan lebat
pagi ini pukul 9.15 aku tiba di cirebon. beuh.........panas banget. Bukan sekedar panas biasa yang aku rasakan di Jakarta, tapi panas yang menyengat.
Perjalananku hari ini kurang menyenangkan. Awalnya dari kecepatan sampai di stasiun Gambir. Aku harus menunggu 1 1/2 jam di stasiun karena tidak tepat dalam memperhitungkan lama perjalanan sampai Gambir dari kosanku. Perjalanan yang tidak menyenangkan ditambah dengan AC kereta CIrebon Express yang dingin sekali. Meringsek masuk ke tulang-tulangku. Sungguh sangat terasa sampai tulang-tulangku nyeri.
Sampai di Cirebon.....Beuh.(lagi) Panas buanget....Belum hilang tadi rasa dingin yang menyengat, sekarang panas yang menghajarku.
Alhasil, tubuhku jadi media pertemuan antara panas dan dingin. Aku jadi pusing dan meriang tak jelas. Mumet, belum lagi dengan agenda pekerjaan yang harus kuselesaikan. Mau ngga mau harus mau....
Jam 19.00 masih teras udara panas kota ini. Ditambah dengan angin laut yang tidak menyenangkan itu semakin menggangguku.
Kucoba tidur untuk menenangkan dan mengembalikan tenagaku untuk aktifitas besok. Tapi tidak bisa juga. Masih terasa panas...
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
jam 20.00 (waktu yang kupikirkan bukan waktu sekitarnya yh...), angin bertiup kencang
membuyarkan konsentrasi makanku di Cirebon Super Block (sejenis cafe tamannya di Cirebon),
wushh...dan errrrrrrrrrrrrrrrr.....hujanpun turun...
makin tak jelas lagilah hidup disini.
dingin disambut panas'
udah panas malah disamber dingin..
yang pasti ketidakjelasan lagi pasti terus berlanjut
Perjalananku hari ini kurang menyenangkan. Awalnya dari kecepatan sampai di stasiun Gambir. Aku harus menunggu 1 1/2 jam di stasiun karena tidak tepat dalam memperhitungkan lama perjalanan sampai Gambir dari kosanku. Perjalanan yang tidak menyenangkan ditambah dengan AC kereta CIrebon Express yang dingin sekali. Meringsek masuk ke tulang-tulangku. Sungguh sangat terasa sampai tulang-tulangku nyeri.
Sampai di Cirebon.....Beuh.(lagi) Panas buanget....Belum hilang tadi rasa dingin yang menyengat, sekarang panas yang menghajarku.
Alhasil, tubuhku jadi media pertemuan antara panas dan dingin. Aku jadi pusing dan meriang tak jelas. Mumet, belum lagi dengan agenda pekerjaan yang harus kuselesaikan. Mau ngga mau harus mau....
Jam 19.00 masih teras udara panas kota ini. Ditambah dengan angin laut yang tidak menyenangkan itu semakin menggangguku.
Kucoba tidur untuk menenangkan dan mengembalikan tenagaku untuk aktifitas besok. Tapi tidak bisa juga. Masih terasa panas...
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
jam 20.00 (waktu yang kupikirkan bukan waktu sekitarnya yh...), angin bertiup kencang
membuyarkan konsentrasi makanku di Cirebon Super Block (sejenis cafe tamannya di Cirebon),
wushh...dan errrrrrrrrrrrrrrrr.....hujanpun turun...
makin tak jelas lagilah hidup disini.
dingin disambut panas'
udah panas malah disamber dingin..
yang pasti ketidakjelasan lagi pasti terus berlanjut
cepat pasang cepat surut
Ngambang tapi terasa mengena sekali tentang hidupku dari sudut pandangnya. Begitu cepatnya berubah..
Subscribe to:
Posts (Atom)